Being inspired is not enough.. Growth! And consistency is the key

•July 13, 2014 • Leave a Comment

You must develop yourself to be successful. All the time I see people with purpose who are inconsistent in their progress. They have the ambition to succeed and they show aptitude for their job, yet they do not move forward. Why? Because they think they can master their job and don’t need to master themselves. What a mistake. Your future is dependent upon your personal growth. Improving yourself daily guarantees you a future filled with possibilities. When you expand yourself, you expand your horizons, your options, your opportunities, your potential.
Everyone enjoys being inspired. But here’s the truth when it comes to personal growth: Motivation gets you going, but discipline keeps you growing. That’s the Law of Consistency. It doesn’t matter how talented you are. It doesn’t matter how many opportunities you receive. If you want to grow , consistency is key.. – John C. Maxwell @The 15 Invaluable Laws of Growth

Tagihan Ajaib

•May 27, 2014 • Leave a Comment

Perkenalkan diri anda kepada prospek anda tetapi ingatlah selalu bahwa umumnya orang kurang menyukai agen asuransi. Jadi bagaimanakah sebaiknya cara anda memperkenalkan diri? Ada satu cara mudah untuk mengatakannya…
“Apakah anda keberatan jika saya menganjurkan anda untuk menabung demi masa depan keluarga Anda?” “Tentu tidak”, “Itulah pekerjaan saya dan mengapa saya ada di sini sekarang”.
(Tunjuklah ilustrasi “Magic Bill” dan tanyakan hal manakah yang paling penting di dalam kehidupannya.)

Pastinya, ia akan menunjuk semua hal yang terdapat pada “Magic Bill” tersebut.

Anda dapat melanjutkan bertanya kepadanya, “Bagaimana cara anda mengatur dan memenuhi semua tagihan ini?” Jawabannya tentu: “dengan penghasilan saya”

Beberapa pertanyaan di atas (yang diajukan dengan bahasa dan gerakan tubuh yang tepat) pasti akan membuatnya menyadari betapa penting arti income atau penghasilannya bagi keluarga yang dicintainya. Segala sesuatu membutuhkan uang!

“Jika perusahaan terkena krisis, dan memutuskan memberhentikan sebagian besar karyawannya, dan anda adalah salah satu dari sedikit karyawan yang dipertahankan oleh perusahaaan tersebut, namun dengan syarat gaji anda diturunkan sebesar 10%, apakah anda memutuskan pergi mencari pekerjaan di perusahaan lain dengan resiko yang anda tidak ketahui masa depannya, atau anda memutuskan untuk bertahan?

Jika anda memutuskan bertahan, apakah anda masih dapat mengatur semua pengeluaran anda?” “Ya, masih mampu”.

“Apa jadinya dengan keluarga anda jika perusahaan mengurangi gaji anda 90% ?”
“Bagaimana saya dapat bertahan hanya dengan 10% dari gaji saya semula?”
“Seperti dikatakan pepatah, langit tidak selamanya biru. Jika anda meninggal dunia atau terjadi sesuatu yang buruk pada diri anda, berapakah kompensasi yang diberikan perusahaan ? Apakah perusahaan akan menghentikan pembayaran gaji anda? Apakah yang akan terjadi pada orang orang yang anda kasihi?”

Tataplah wajahnya dan beri waktu padanya untuk menjawab. Saya yakin, dia akan duduk gelisah dan mulai memikirkan hal-hal buruk yang dapat terjadi.

Inilah kesempatan Anda! Lipat “Magic Bill” anda menjadi 4 dan robeklah sudut yang menjadi bagian tengah halaman “Magic Bill”.
Anda akan menemukan bahwa “Magic Bill” sekarang tanpa bagian tengah yang bertuliskan “income”. Dan inilah yang harus Anda tunjukan pada prospek Anda.

Berdiamlah dan amati dia. Biarkan dia mulai mengkhawatirkan awan gelap yang muncul di cakrawala. Lalu mulailah ajukan pertanyaan yang membuatnya berpikir rasional.

“Apakah masalah hilangnya pendapatan ini akan mempengaruhi cita cita anda untuk menyediakan segala hal yang terbaik untuk orang orang yang anda kasihi?”

“Seperti yang telah anda katakan tadi, pemotongan 10% penghasilan anda tidak akan mempengaruhi biaya sehari hari keluarga anda. Maukah anda menabungkan 10% tersebut pada kami? Tabungan sebesar 10% ini memastikan masa depan anda dan keluarga anda terjamin.”

Jika anda dapat menyampaikan semuanya ini dengan baik kepada prospek, saya yakin iya tidak akan ragu menandatangani formulir permohonan asuransinya. Ia tidak memiliki alasan untuk menolak namun ia masih dapat mengatakan “tidak”

Jika masih timbul penolakan, berikanlah padanya lembar “magic bill” yang telah berlubang di tengahnya dan simpanlah potongan yang bertuliskan “penghasilan (income) tadi. Hal ini akan membuatnya panik dan lalu anda dapat mengatakan …

“Jika anda perlu menutup lubang itu, jangan ragu untuk menghubungi saya. saya akan membantu anda dengan senang hati, tetapi jangan meminta bantuan saya setelah terjadi sesuatu pada diri anda, karena saat itu sudah terlambat bagi saya untuk dapat melakukannya.”

Kalimat terakhir inilah sebenarnya yang akan mengganggu tidurnya dan diharapkan membuatnya berpikir dua kali sebelum mengatakan penolakannya lagi. Jika prospek adalah orang yang sangat memperhatikan kebutuhan keluarganya, saya yakiin ia akan sungguh sungguh memikirikan proposal anda. Jangan lupa terus melakukan follow up pada prospek ini

– Disadur dari buku Power Closing and Handling Objections , Dr. Rizal Naidu

20140527-163018-59418163.jpg

Winning is great, sure, but if you are really going to do something in life, the secret is learning how to lose. Nobody goes undefeated all the time. If you can pick up after a crushing defeat, and go on to win again, you are going to be a champion someday. – Wilma Rudolph

•May 16, 2014 • Leave a Comment

Success each day should be judged by the seeds sown, not the harvest reaped – John C. Maxwell

•April 25, 2014 • Leave a Comment

Failure is just like success, it’s a day to day process, not someplace you arrive one day. Failure is not a one time event. It’s how you deal with life along the way. True, you will make mistakes, but you can’t conclude that you’re a failure until you breathe your last breath. Until then, you’re still in the process, and there is still time to turn around – The Difference Maker (John C. Maxwell)

•April 24, 2014 • Leave a Comment

You are only one defining decision away from a totally different life – Mark Batterson

•March 23, 2014 • Leave a Comment

Sharpen Your Axe

•February 14, 2014 • Leave a Comment

A young man approached the foreman of a logging crew and asked for a job. “That depends,” replied the foreman. “Let’s see you fell this tree.”

The young man stepped forward, and skilfully felled a great tree. Impressed, the foreman exclaimed, “You can start Monday.”

Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday rolled by — and Thursday afternoon the foreman approached the young man and said, “You can pick up your pay check on the way out today.”

Startled, the young man replied, “I thought you paid on Friday.”

“Normally we do,” said the foreman. “But we’re letting you go today because you’ve fallen behind. Our daily felling charts show that you’ve dropped from first place on Monday to last place today.”

“But I’m a hard worker,” the young man objected. “I arrive first, leave last, and even have worked through my coffee breaks!”

The foreman, sensing the young man’s integrity, thought for a minute and then asked, “Have you been sharpening your axe?”

The young man replied, “No sir, I’ve been working too hard to take time for that!”

Our lives are like that. We sometimes get so busy that we don’t take time to “sharpen the axe.” In today’s world, it seems that everyone is busier than ever, but less happy than ever. Why is that? Could it be that we have forgotten how to stay sharp?

Source: Unknown

20140214-181201.jpg